Showing posts with label AISEI Maret 2021 Challenge Menulis. Show all posts
Showing posts with label AISEI Maret 2021 Challenge Menulis. Show all posts

Monday, 8 March 2021

Bene 

Oleh: Erry Yulia Siahaan

Bocah lelaki itu mengamati paket ulangtahun dalam genggamannya. Bingkisan itu baru saja tiba di rumah, dari tetangga. Pandemi menunda perayaan-perayaan yang dulu ada. Namun, peringatan hari lahir tetap terselenggara di tengah keluarga, sekalipun tanpa mengundang tamu di rumah. Paket untuk teman sebaya saat peringatan ulang tahun seorang anak, lazim dilakukan di tengah pandemi, kendati tanpa perayaan. Paket itu kemudian diantarkan dari rumah ke rumah.

Bene, demikian nama anak itu, melihat ada kemasan berisi nasi dan ayam goreng, ada souvenir, dan ada plastik berisi makanan ringan dan permen. Dibukanya kantong plastik itu. Diraihnya sekantong snack kering. "Bene, bagi dong," suara sepupu Bene terdengar. Sepupu itu tidak mendapatkan paket, karena namanya belum dikenal oleh yang berulangtahun. Bene langsung meraih satu lagi kantong snack dari dalam plastik dan memberikannya kepada sepupunya. Tampak sekali tidak banyak pertimbangan saat Bene memutuskan memberikan snack itu kepada orang lain.

Bene baru duduk di kelas satu. Jelas, yang dilakukannya luar biasa. Di saat dia meraih snack kering dari kantong sebagai pilihan pertama, kita tahu, apa yang paling disukainya. Anak terkenal polos. Lugu. Bahwa kemudian anak itu memberikan yang disukainya kepada orang lain tanpa banyak pertimbangan, ini kejutan. Seorang anak biasanya enggan memberikan yang disukanya. Sering kita lihat anak-anak bertengkar karena saling memperebutkan apa yang digemari, bukan? Misalnya, mainan dan makanan. Bene justru melakukan hal sebaliknya. Dia memilih makanan yang justru disukainya untuk diberikan kepada orang lain. Menakjubkan, bukan? Menjadi refleksi bagi kita tentang bagaimana teori iman (untuk memberikan sesuatu yang kita sukai) telah dinyatakan oleh seorang anak kecil, seorang Bene. Semoga benih kemurahan hati ponakan saya itu terus berkembang subur dalam kehidupannya. Amin. ***

 

AISEI 8 Maret 2021 Challenge

#ceritakelaskuhariini

#ceritamuridkuhariini

#ceritaanakkuhariini 

#ceritacucukuhariini 

#ceritaponakankuhariini

Saturday, 6 March 2021

Ella dan Lukisan Bunga

Oleh: Erry Yulia Siahaan

Sumber: Mama Ella

Ella duduk di kelas dua. Banyak kepandaiannya. Tak terbatas imajinasinya. Cantik rupanya. Untuk anak seusianya, ponakan saya ini termasuk luar biasa. Berbahasa Inggris hal biasa. Dalam seni, Ella  serba bisa. Tarik suara, menari ceria, dan urusan seni rupa.

Dia suka sekali bermain dengan cat warna. Melukis segala rupa. Terutama bunga-bunga. "Kakak Ella hobi melukis. Suka banget," kata Mama Ella. Sebuah video dikirimkan di whatsapp grup keluarga, dari Medan ke berbagai kota. Isinya, Ella sedang memainkan kuas di atas media gambarnya. Lincah sekali sapuannya. Tak butuh pola, Ella  menarikan alat lukisnya ke sini ke sana, dalam aneka warna. "Ah, jadi ingat waktu muda," kata ponakan di Depok. "Dulu kakak juga suka melukis," katanya kepada Ella, mengenang tembok kamarnya yang macam figura dengan sapuan imaji beragam warna. Saya saksinya. Betah melihat kreasinya.

Aha, purna. Dua foto terkirim sempurna. Satu lukisan bunga. Luar biasa. Bertambah lagi koleksi keluarga. Yang satu lagi adalah foto Ella dengan karyanya. Senyum Ella menebar suka di hati semua. Seperti biasa, Ella segera bermain dengan adiknya, sementara Kak Ria (pengasuh Ella) sudah siap sedia. Dengan kain dan perkakas lain, Kak Ria membersihkan kursi, meja, lantai, dan lainnya. Semoga kemajuan Ella bertambah. Lebih berswadaya membereskan keperluan melukisnya, sebelum dan sesudahnya. ***



AISEI 6 Maret 2021 Challenge

#ceritakelaskuhariini

#ceritamuridkuhariini

#ceritaanakkuhariini 

#ceritacucukuhariini

 #ceritaponakankuhariini

Thursday, 4 March 2021

Zinki Absalom 

Cinta pada Tutua

Oleh: Erry Yulia Siahaan

 

Sumber: Maria Kristina Purba

Pengalaman Zinki bertambah lagi. Bersama maminya, kemarin Zinki berpetualang di sebuah ranch di Bogor. Berbaju hijau, naik kuda, Zinki tampak gagah. Senyumnya merekah. Parasnya yang putih bersih tampak bersinar. Cucu saya itu terlihat santai duduk di atas hewan yang membawanya berkeliling. Seperti tidak ada takutnya. Zinki memang menggemaskan. Aktif. Kalau tidak paham pembawaannya, orang bisa tidak tahan. Dia suka sekali berlompatan di tempat tidur. Pegang ini itu. Bertanya mengapa begini begitu. Kosakatanya makin banyak saja. Sudah seminggu ini Zinki selalu pamitan pada Tutua kalau mau pergi. Biasanya disertai pesan. “ Tua, Zinki pergi dulu ya. Nanti Zinki pulang kok,” katanya. “Tua makan ya, jangan lupa minum obat ya. Polu jaga Tua ya. Jangan marah-marah sama Tua.” Tutua adalah panggilan dalam Bahasa Batak Simalungun untuk nenek perempuan dari ayah. Zinki meringkas Tutua menjadi Tua. Untuk kakek, panggilannya adalah Ompung Doli. Sedangkan Polu adalah panggilan untuk saudara perempuan dari ayah. Mau tidur pun Zinki pamitan. Bocah ganteng ini selalu mencium Tutua, mencium tangan, dan memeluknya. 

Suatu siang, tahun lalu, pada saat usianya masih dua tahun, Zinki tidak mau lagi dipanggil “Pak Polisi Zinki”. Dia minta dipanggil dengan “Pak Dokter Zinki”. Mami Zinki heran. “Dokter apa, Zinki?” tanya Mami. “Dokter hebat,” jawab Zinki. “Zinki mau suntik Tua biar Tua sehat. Sembuh.” Zinki beserta mami dan papinya tinggal bersama Tutua. Papi Zinki adalah anak tertua dari dua bersaudara. Tutua sudah lama sakit. Zinki sayang pada Tutua. Zinki sangat menghibur di rumah. Sebelum pandemi, Zinki pernah ikut mami papi mengantar Tutua berobat ke rumah sakit. Zinki juga pernah diopname. Mungkin Zinki merekam dan mempersepsi yang dilihatnya di rumah sakit. Terutama sosok-sosok berjas putih. Sangat jelas, Zinki sayang pada Tutua. Sayang pada semua. Buat orangtuanya, Zinki merupakan obat. “Puji Tuhan. Setelah kehadiran Zinki, aku sembuh, sehat, dan menjadi semakin kuat,” kata Mami Zinki dalam kesaksiannya. “Bisa dibilang Zinki itu obatku.”

 

Sumber: Maria Kristina Purba 

Zinki sangat sering menebar tawa. Hanya melihat foto dan videonya saja sudah menggemaskan. Zinki ingin tahu apa saja. Juga pandai berpose dan gagah dalam berbusana. Tahun lalu,  Zinki memenangi lomba berbusana pakai ulos (kain tenun khas Batak). Dia menjadi Juara Favorit Pertama. Dilahirkan di Jakarta pada 20 November 2017, nama lengkapnya  adalah Zinki Absalom Sinaga. Zinki adalah nama pemberian dari mami, dari Bahasa Latin yang berarti “bersinar”. Sedangkan Absalom diambil dari kata Abba (Bapa) dan Salom (“salam damai” atau “pembawa damai”). Absalom bermakna Bapa pembawa kedamaian. Semua berharap, Zinki bisa menjadi anak yang bersinar. Terang itu baik. Ia transparan. Membuat semua terlihat. Semoga Zinki bisa menjadi terang dan bersinar dalam kehidupannya. Juga penerang bagi orang-orang di sekitarnya. Amin. ***


 


AISEI 4 Maret 2021 Challenge

#ceritakelaskuhariini

#ceritamuridkuhariini

#ceritaanakkuhariini

#ceritacucukuhariini

3 Cara Membangun Ikatan Erat dengan Anak, Orangtua Mesti Tahu

Ikatan erat antara orangtua dan anak berpengaruh besar dalam optimalisasi kesejahteraan anak. Hubungan itu bisa dibangun lewat komunikasi ...