Showing posts with label Lagerunal_Kamis_Menulis. Show all posts
Showing posts with label Lagerunal_Kamis_Menulis. Show all posts

Thursday, 4 March 2021

Hambatan dan Solusi 

"All Roads Lead to Rome"

Oleh: Erry Yulia Siahaan

"Banyak jalan menuju Roma". Demikian pepatah lama yang bertahan hingga sekarang. Bahasa kerennya, "All roads lead to Rome". Maknanya, banyak cara untuk mencapai sesuatu, semuanya mengarah pada hasil yang sama. Frase ini menjadi senjata saya memerangi hambatan dalam mencapai apa yang menurut saya baik. Sama halnya dengan Anda, saya tidak sempurna. Bersyukur bahwa sebagai makhluk hidup, saya (dan Anda) memiliki daya adaptasi, baik untuk bertahan hidup maupun untuk merealisasikan mimpi.

Belum lama ini, seorang kerabat wafat. Rumahnya di Medan. Kami banyak yang tinggal di Jawa. Dalam adat kami, kehadiran fisik kerabat dekat di rumah duka, khususnya pada saat upacara adat menjelang pelepasan jenazah, merupakan hal yang sangat elok. Apa mau dikata, pandemi belum reda.  Protokol kesehatan mesti menjadi prioritas. Itu kondisinya, sementara pilihan ada pada manusianya. Kami pun beradaptasi dengan kondisi. Akhirnya, kami tiba pada solusi untuk memanfaatkan teknologi. Kemajuan aplikasi komunikasi, seperti online meeting, memungkinkan kami mengikuti setiap acara selama empat hari. Keluarga di Jawa memberi mandat pada yang di Medan, sementara kami yang di Jawa tetap hadir, meski secara virtual. Urusan pun terlaksana lancar.

"Jalan ke Roma" ini sudah berulangkali kami terapkan untuk berbagai keperluan. Untuk  hal semacam ini, yang terpenting adalah adanya kesalingmengertian dan ketidakegoisan di antara anggota keluarga. ***

Catatan:
Tulisan ini adalah pengganti analisis  blog
(#KeroyokBlog), agenda Lagerunal setiap Kamis pertama (#KeroyokBlog). Pengurus memutuskan untuk menunda dulu #KeroyokBlog 🙏🏻. Tantangan Kamis Menulis kali ini adalah menuliskan cerita tentang hambatan yang pernah dialami dan upaya mengatasinya. Hambatan bisa apa saja, disesuaikan dengan pengalaman masing-masing.
 



 

 


#KeroyokBlog

Review Blog Tertunda untuk
https://www.hanifmuchtar.com/

Oleh: Erry Yulia Siahaan

Menurut tradisi Cakrawala Blogger Guru Nasional (Lagerunal), Kamis pertama setiap bulan diisi dengan kegiatan #KeroyokBlog. Yakni mereview secara keroyokan suatu blog yang ditentukan/terpilih. 

Hari ini kegiatan tersebut ditunda. Sebelumnya sudah disebutkan bahwa yang terpilih hari ini adalah blog milik Hanif Muchtar dengan link https://www.hanifmuchtar.com/. Kurang jelas mengapa ditunda. Karena saya sudah membuat,  tetap saya muat di blog saya ini, meskipun hanya sekilas.

Bulan lalu, 4 Februari 2021, adalah #KeroyokBlog yang pertama, ddi mana blog terpilih adalah blog Lagerunal. Kegiatan berkisar pada observasi, kemudian menuliskan hasilnya pada poin-poin yang ditanyakan. Semacam survey kira-kira, tetapi dengan format isian (bukan pilihan).

Berikut ini hasil observasi saya.

1. Identitas Blog

-  Nama Blog

   https://www.hanifmuchtar.com/

-  Tagline Blog

    (Sejauh pengamatan saya, belum/tidak ada).

-  Nama Author

   Hanif Muchtar

-  Tahun Dibuat

   Juni 2020

-  Niche/Tema Utama

   Tema utama belum dipertegas dalam blog.

2. Tampilan Blog (Kelebihan dan/atau Kekurangan)

-  Template

    Sudah memakai link ber-dotcom. Jenis templatenya: -

-  Menu

   Beranda, Blogging, Cerpen, Tips Blogging, Tips  Hanif.

-  Kategori: 

   Tutorial Blogger, Tips dan trik, Cerita pendek, dll.

-  Widget

   Ada.

-  Font (warna, jenis, ukuran)

   Baik.

-  Lama loading (responsive)

   Cukup baik/cepat.

3. Postingan Paling Menarik dan Alasan (backlink)

    (Maaf, belum bisa berpendapat, belum membaca semua.) 

4. Saran

    -

5. Rekomendasi

    -


Semoga bermanfaat.
Salam Literasi.







Thursday, 25 February 2021

 

Sayur

Oleh: Erry Yulia Siahaan

 

Sayur asem buncis caisim

sop sawi asin

nangka labu

kangkung


Kaukah

sayur  kecambah

bertabur tahu kucai

yang selalu menepati janji?

 
 
 
 
 

Thursday, 18 February 2021



 Bahadur

Oleh: Erry Yulia Siahaan

Tema tantangan menulis untuk Kamis ini adalah "bahadur". Sekilas saja saya sudah menangkap kesan bahwa kata ini termasuk jarang memapar indera pendengaran.

Bahadur memang termasuk kosakata pasif. Ia bukan kata arkais, namun termasuk kata klasik, yang berarti dikenal dari masa kesusastraan Melayu kuno.

Sinonim lain untuk pahlawan adalah hero, johan, perwira, satria, dan wira,  Kalau kata hero, kita semua sudah sering mendengar. Sedangkan johan merupakan kata klasik juga, yang juga berarti juara. Deengan kata johan, kita bisa memunculkan kata kejohanan yang berarti perihal atau sifat kepahlawanan. Misalnya keperkasaan, keberanian, kesatriaan, kerelaan berkorban.

 

Kosakata pasif dan arkais terkait bahadur adalah bagak, bahaduri, dakar, kosen, yang berarti berani. Bagak berarti jantan, perkasa, perwira. Demikian pula dengan bahaduri. Sedangkan dakar memiliki arti berani tetapi berlebihan, jadi terlalu berani atau nekat.

 Lawannya adalah jeri yang berarti bimbang, cemas, ngeri, takut. Juga cuak yang berarti ciut, klimput.

Selain berani, kita juga mengenal kedekatan pahlawan dengan sejumlah kata lainnya seperti jujur. Padanan kata untuk jujur adalah safi yang berarti juga murni atau tulus hati. Selain safi, ada kata cengli dan sadik. Lawan katanya adalah curang, yang berpadanan dengan lancung.

Semoga sifat-sifat seorang ada pada kita, ya. Amin. ***


Thursday, 11 February 2021

 

 

Refleksi

Oleh: Erry Yulia Siahaan

 
Sumber: https://unsplash.com/

Berdiri di depan cermin. Melihat bayangan sendiri. Menerima setiap guratan buruk atau baik. Jujur membaca nurani. Menyadari bahwa tak guna menipu diri. Itu episode psikologis menuju kebebasan sejati. Setiap langkah penerimaan diri menjadi ikhtiar pelonggaran belenggu atas suara hati. Rantai-rantai penjerat untuk tidak menjadi diri sendiri, membebani hanya untuk bercitra baik pada publik, tetapi dusta paling keji atas pribadi.

Kita mungkin jatuh hari ini. Membekaskan lesi. Saat bercermin, hanya ada dua opsi. Menyangkal ataukah mengakui: dua cara menuju arah yang sangat kontradiksi. Menyangkal kelak melahirkan aneka kompensasi. Bisa proyeksi, regresi, atau sublimasi. Mengakui, membuat kita mampu membaca kekurangan dan kelebihan diri, bersikap lebih menghargai, mensyukuri. Lalu, berani membuat keputusan untuk memperbaiki diri. Lebih fokus pada potensi menuju kesejahteraan psikologis.

Lepaskan  topeng kita. Akhiri sandiwara. Jangan bodohi dunia. Lihat ke dalam jiwa. Bebaskan nurani, leluasa menilai setiap realita. Tak ada kebohongan di sana. Kita terbang sebagai pahlawan pembelajar, setiap kali setingkat lebih tinggi. Itulah arti refleksi. ***

 

 

#KamisMenulis Edisi 11 Februari 2021

Terima. Sadari.Perbaiki

3 Cara Membangun Ikatan Erat dengan Anak, Orangtua Mesti Tahu

Ikatan erat antara orangtua dan anak berpengaruh besar dalam optimalisasi kesejahteraan anak. Hubungan itu bisa dibangun lewat komunikasi ...